PENETAPAN POTENSIAL AIR JARINGAN TUMBUHAN

Posted by Mega Dewana on Saturday, December 29, 2012

Untuk mengetahui arah dan pergerakan air dalam jaringan tumbuhan harus diketahui dahulu potensial air masing-masing sel dalam tumbuhan tersebut. Air akan bergerak dari sel yang memiliki potensial air tinggi menuju ke sel yang memiliki potensial air rendah, sampai terjadi keseimbangan diantara keduanya. Sel yang mendapat tambahan air akan naik turgiditasnya, dan potensial tekanan (turgor)-nya menjadi lebih besar.

Dengan demikian, maka potensial air tersebut naik. Bila tumbuhan mengelami kehilangan air yang cukup tinggi (karena laju transpirasi yang tinggi) maka potensial air jaringan/ sel tumbuhan akan menurun dan tumbuhan mungkin akan mengalami defisit air.

Potensial air sel atau jaringan ditentukan oleh 3 komponen faktor yakni potensial matriks, potensial solut, dan potensial tekanan. Hubungan tersebut dapat digambarkan dengan persamaan:
Ψw = Ψm + Ψs + Ψp, dimana
Ψw= potensial air dalam sel atau jaringan tumbuhan
Ψm= potensial matriks, menunjukkan ikatan molekul air dengan protoplasma dan dinding sel
Ψs= potensial solut, berhubungan dengan adanya zat terlarut yang kebanyakan terdapat dlaam vakuola
Ψp= potensial tekanan, karena adanya tekanan hidrostatik antara isi dan sel dinding sel

Nilai potensial matriks sangat berarti dalam sel yang tidak bervakuola dan dalam beberapa jaringan yang mengalami dehidrasi. Misalnya biji yang kering udara atau jaringan dari tumbuhan daerah kering atau padang pasir.

Pada umumnya dalam tumbuhan atau jaringan dewasa yang terdiri dari sel-sel yang bervakuola, potensial matriks tersebut diabaikan. Oleh karena itu persamaan di atas dapat disederhanakan menjadi:
Ψw= Ψs + Ψ p

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment

Silakan tinggalkan komentar. Kami menerima saran dan kritik yang membangun untuk kesempurnaan blog ini. Terima kasih